Rabu, 27 Oktober 2010

Hamdalah

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
Segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam ( Q:S al-Fatihah )
Penulis hanya ingin menggaris bawahi lam yang ada pada kata Lillah dalam tafsir Bahrul Muhith dikatakan bahwa lam disana memilki makna yang beraneka ragam salah satunya adalah litta'ajub. maka dari sini ada hal yang menjadi catatan penulis ketika kita memuji atau membaca kalimat hamdalah maka hati kita haruslah ma'rifat akan kesempurnaan sifat-sifat Allah, kesempurnaan dalam penciptaan-Nya, ketetapan Allah meliputi segala yang maujud ini. pada dzikrullah dengan membaca hamdalah ini maka terbukalah segala ketidak kuasaan dan ketidak berdayaan diri kita hingga seluruh jiwa raga ini terpacu untuk berbakti dan bersandar hanya kepada-Nya dalam setiap langkah dan gerak. Dan semua ini bersimpangan jalan dengan mereka kaum materialis dan filosof-filosof yang di agungkan manusia pada saat ini.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Review dan Pengintegrasian Hidup

Asal kejadian diri dan kehidupan ini, itu lah bagian awal dari pembukaan dan permulaan hidup bismillah berarti segala yang maujud ini bermula dg idzin-Nya, bismillah menggunakan kata ismi itu berarti Tabaruk agar keberkahan dari-Nya meliputi setiap langkah dan gerak dlm hidup ini, mengingatkan kembali akan wujud yang 'aridhi ini akan ketidak beradaan, akan hampa dan tidak punya kekuatan apa pun diri ini. benapa naifnya diri ini jika permulaan ini tidak membuat hati dan anggota tubuh tergerak utuk hidup slalu tulus dan bersyukur dengan apa yang ada ini. Lidah tidak bergerak dalam dzikir, mata haya selalu memandang keindahan semu bukan kitab suci.... Andai tidak ada penghalang yang kokoh yang sngat kuwat antara nurani atau fitrah manusia dengan tubuh atau jasad ini niscaya anggota tubuh ini akan bergerak menghampiri setiap keindahan hakiki walau dalam keadaan lumpuh, kaki akan rindu untuk berjalan dalam ridhonya, tangan bergerak dalam menegakkan kebenaran, hati hanya akan membenci kebohongan dan kemunafikan.....Andai Allah mengidzinkan itu terintegrasi kembali seperti fitrah yang pernah ku ucap dalam alam rahim dulu tentu aku tak kan bersedih dg dunia ini, tak kan takut dengan masa depan, tak kan berjalan dalam kehampaan tak akan mencintai dunia dan segala isinya kecuali karena-Nya. tak ada ketakutan dan kesedihan.