Rabu, 28 Desember 2011

KISAH-KISAH AL-QUR’ANKISAH-KISAH AL-QUR’AN

Kisah berasal dari dari kata al-qassu yang erarti mencari atau mengikuti jejak. Dikatakan قصصت أثرة yang artinya adalah “saya mengikuti atau mencari jejaknya.” Kata al-Qasas adalah bentuk masdar. Firman Allah: فارترا عل اثارهما قصصا maksudnya kedua orang itu kembali lagi untuk mengikuti jejak dari mana keduanya itu datang. Qasas yang berarti berita yang erurtan. Firman Allah:ان هذا لهو القصص الحق (sesungguhnya ini adalah berita yang benar). Sedang al-qissah berarti urusan, berita perkara dan keadaan.
Qasas al-Qur’an adalah pemberitahuan qur’an tentang hal ihwal umat yang telah lalu. Nubuwat kenabian yang terdahulu dan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, qur’an banyak mengandung keterangan tentang kejadian masa lalu. Sejarah bangsa-bangsa, keadaan negeri-negeri dan peninggalan ataupun jejak setiap umat. Ia menceritakan semua keadaan mereka dengan cara menarik dan mempesona.
Suatu peristiwa yang berhubungan dengan sebab dan akibat dapat menarik perhatian para pendengar. Apa pelajaran mengenai berita-berita bangsa terdahulu, rasa ingin tahu merupakan faktor yang apling kuat dapat menanamkan kesan peristiwa tersebut ke dalam hati. Dan nasehat dengan tutur kata yang disampaikan tanpa variasi tidak mampu menarik perhatian akal, bahkan semua isinya pun tidak akan bisa di pahami.akan tetapi bila nasehat itu dituangkan dalam bentuk kisah yang menggambarkan peristiwa dalam realita kehidupan maka akan terwujudlah dengan jelas tujuannya.orangpun akan merasa senang mendengarkanya, memperhatikannya dengan penuh kerinduan dan rasa ingin tahu, dan pada akhirna ia akan terpengaruh dengan nasehat dan pelajaran yang terkandung di dalamnya.
Kisah-kisah dalam al-qur’an adalah sebenar-benarnya kisah, berdasarkan firman Allah SWT yang artinya: “Dan siapakan yang benar perkataannya dari pada Allah?” (Q.S.an-Nisaa’:87). Karena kisah-kisah tersebut merupakan kisah-kisah terbaik.
Karena kisah-kisah tersebut mengandung nilai balagah dan makna yang sangat tinggi kesempurnaannya. Dan kisah-kisah dalam al-Qur’an merupakan kisah-kisah yang paling besar manfaatnya. Yang demikian itu karena sangat kuatnya pengaruh yang muncul untuk memperbaiki hati, amal dan akhlak.
Macam-Macam Kisah Dalam Al-Qur’an
1. Kisah-kisah para Nabi dan Rasul. Kisah ini mengandung dakwah mereka kepada kaumnya, mu’jizat-mu’jizat yang memperkuat dakwahnya. Sikap orang-orang yang memusuhina, tahap-tahapan dakwah dan perkembangannya serta akibat-ajibat yang diterima oleh mereka yang mempercayai dan golongan yang mendustakan. Dan apa saja yang terjadi antara mereka dengan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir.
2. Kisah-kisah yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwayang terjadi pada masa lalu dan orang-orang yang tidak dipastikan kenabiannya. Dan terdapat juga beberapa peristiwa yang mengandung pelajaran dari apa yang mereka lami.
3. Kisah-kisah yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah, seperti perang badar dan perang uhud, dalam surah Ali Iman. Perang Hunain dan perang Tabuk dala surah at-Taubah. Perang Ahzab dalam surah al-Ahzab, hijrah, isra’ dan lain-lainnya.

Ada hikmah yang sangat banyak dan besar di balik kisah-kisah di alam al-qur’an tersebut. Diantaranya:
1. Menjelaskan asas-asas dakwah menuju Allah dan menjelaskan pokok-pokok syari’at yang dibawa oleh para Nabi
“dan kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu melainkan kami mewahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahilah olehmu sekalian akan Aku.” (al-Anbiya’)
2. Meneguhkan hati Rasulullahdan hati umat nabi Muhammad atas agama allah, memperkuatkepercayaan orang mukmin tentang menangna kebenaran dan para pendukungnya serta hancurnya kebatilan dan para pembelanya.
“Dan semua kisah Rasul-rasul yang kami ciftaan kepadamu adalah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu: dan dalam surah ini telah datang kepadamu kebenaran serta penajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.”
3. Membenarkan para nabi terdahulu, menghidupkan kenangan terhadap mereka serta mengabaikan jejak dan peninggalannya.
4. Menampakkan kebenaran Muhammad dalam dakwahnya dengan apa yang diberitakannya tentang hal ihwal orang-orang terdahulu disepanjang kurun dan generasi.
5. Menyibak kebohongan ahli kitab dengan hujjah yang membeberkan keterangan dan petunjuk yang mereka sembunyikan, dan menantang mereka denga isi kitab mereka sendiri sebelum kitab itu diubah dan diganti.
6. Kisah termasuk salah satu bentuk sastra yang dapat menarik perhatian paea pendengar dan memantapkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya ke dalam jiwa.

Qur’an banyak mengandung berbagai kisah yang di ungkapkan berulang-ulangdi beberapa tempat. Sebuah kisah terkandung berkali-kali disebutkan dalam qur’an di kemukakan dalam yang berbeda-beda. Di satu tempat ada bagian-bagian yang diungkapkan, sedangkan di tempat lain di akhirkan. Demikian pula terkadang dikemukakan secara ringkas dan kadang-kadang secara panjang.
 Menjelaskan ke balaqhan Al-Qur’an dalam tingkatan yang paling tinggi, sebab diantara keistimewaan balaqhan adalah mengungkap buah makna dalam berbagai macam bentuk yang berbeda.
 Menunjukkan kehebatan mu’jizat Qur’an. Sebab mengungkapkan sesuatu makna dalam berbagai bentuk susunan kalimat di mana satu bentukpun tidak dapa ditandingi oleh satrawan Arab, membuat tantangan dahsyat dan bakti bahwa Qur’an itu datang dari Allah.
 Memberikan perhatian besar terhadap kisah tersebut arena pesan-pesannya lebih mantap dan melekat ke dalam jiwa. Hal ini merupakan salah satu cara pengukuhan dan besarnya perhatian.
 Perbedaan tujuan yang karenanya kisah itu diungkapkan sebagian dari makna-maknanya diterangkan disatu tempat, karena itulah yang diperlukan sedangkan makna-makna lainnya ditempatkan ditempat yang lain, sesuai dengan tuntutan kandungan keadaan.
D. Kisah-Kisah Dalam Qur’an Adalah Kenyataan Bukan Khayalan
Adalah pantas disini dikemukakan bahwa seorang mengajukan disertai untuk memperoleh gelar doktor dari Mesir yang judulnya adalah al-Fannul Qasasiy Fil Qur’an disertasi tersebut telah menimbulkan perdebatan panjang pada tahun 1367 H.
Seorang muslim sejati adalah orang yang beriman bahwa Qur’an adalah kalamullah dan suci dari pemerian artistik yang tidak memperhatikan realita sejarah.
Kisah qur’an tidak lain adalah hakikat dan fakta sejaranh yang dituangkan dalam untaian kata-kata indah dan pilihan serta dalamuslub yang mempesona. Ia diturunkan dari sis yang maha pandai, maha bijaksana. Apabila orang-orang terhormat dikalangan masyarakat enggan berkata dusta dan menganggapnya sebagai perbuatan hina paling buruk yang dapat merendahkan martabat kemanusiaan maka bagaimana seorang yang berakal dapat menghubungkan kedustaan kepada kalam Yang Maha Mulia Dan Yang Maha Agung?.
E. Pengaruh Kisah-Kisah Qur’an Dalam Pendidikan Dan Pengajaran
Tidak diragukan lagi bahwa kisah yang baik dan cermat akan digemari dan menembus relung jiwa manusia dengan mudah. Segenap perasaan mengikuti alur kisah tersebut merasa jemu ataupun kesal, serta dapat memetik dari keindahan tamnnya yang beraneka ragam bunga dan buah-buahan.
Pelajaran yang disampaikan dengan metode taiqhin dan ceramah akan menimbulkan kebosanan. Bahkan tidak dapat diikut sepenuhnya oleh generasi muda kecuali dengan sulit dan berat serta memerlukan waktu yang cukup lama pula.
Dalam kisah-kisah qur’ani terdapat lahan subur yang dapat membantu kesuksesan para pendidik dalam melaksanakan tugasnya dan membekali mereka dengan bekal kependidikan yang berupa peri hidup para Nabi, berita-berita tentang umat dahulu dan sunatullah dalam kehidupan masyarakat dan hal ihwal bangsa-bangsa.

Rabu, 09 November 2011

Pilar Keutamaan Pendidikan Karakter

Pada saat ini penulis sedang mendengarkan materi pendidik karakter bangsa, bangsa Indonesia sekarang sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan pentingnya membangun karakter bangsa, padahal jauh sebelum abad modern ini bahkan sejak penciptaan manusia isyarat-isyarat pada kitab-kitab suci samawi dapat kita temukan, kisah-kisah yang nyata dan benar terukir indah dalam wahyu ilahiyah. Tidak ada kata terlambat bagi bangsa ini untuk kembali membangun karakter bangsa yang sudah carut marut ini, menurut Doni Koesoema A. pada http://www.pendidikankarakter.org. Pendidikan karakter utuh dan menyeluruh menawarkan beberapa alternatif pengembangan keutamaan untuk membentuk karakter individu menjadi pribadi berkeutamaan. Pilihan prioritas keutamaan itu didasarkan pada tiga matra pendidikan karakter yang menjadi dasar bagi pengembangan pendidikan karakter utuh dan menyeluruh, yaitu matra individua, matra sosial, dan matra moral. 12 Pilar Keutamaan menurut Doni Koesoema A adalah sebagai berikut: 1. Penghargaan terhadap tubuh Penghargaan terhadap tubuh merupakan keutamaan fundamental yang perlu dikembangkan dalam diri setiap orang. Penghargaan terhadap tubuh termasuk di dalamnya kesediaan dan kemampuan individu menjaga dan merawat kesehatan jasmani tiap individu. Kesehatan jasmani merupakan salah satu bagian penting bagi pembentukan keutamaan. Pendidikan karakter mesti memprioritaskan tentang bagaimana individu dapat menjaga tubuhnya satu sama lain, tidak merusaknya, melainkan membuat keberadaan tubuh tumbuh sehat sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan kodratnya. Penghargaan terhadap tubuh merupakan ekspresi diri individu untuk menjadi perawat dan pelindung satu sama lain. Individu mesti menumbuhkan dalam dirinya sendiri keinginan untuk merawat tubuh diri dan orang lain, termasuk pertumbuhan psikologis dan emosionalnya. 2. Transendental Pengembangan keutamaan transendental, baik itu yang sifatnya religius, keagamaan, maupun yang sublim, seperti kepekaan seni, apresiasi karya-karya manusia yang membangkitkan refleksi serta kemampuan untuk memahami kebesaran yang Illahi merupakan dasar bagi pengembangan pembentukan karakter. Setiap individu dianugerahi kepekaan akan sesuatu yang lembut, halus, yang bekerja secara rohani mendampingi manusia, kepekaan akan sesuatu yang adikodrati. Kepekaan akan yang Kudus, yang transenden, yang baik, yang indah, baik itu dalam diri manusia maupun di alam, merupakan salah satu sarana untuk membentuk individu menjadi pribadi berkeutamaan. 3. Keunggulan akademik Keunggulan akademik adalah tujuan dasar sebuah lembaga pendidikan. Keunggulan akademik berbeda dengan sekedar lulus ujian. Keunggulan akademik mencakup di dalamnya, cinta akan ilmu, kemampuan berpikir kritis, teguh pada pendirian, serta mau mengubah pendirian itu setelah memiliki pertimbangan dan argumentasi yang matang, memiliki keterbukaan akan pemikiran orang lain, berani terus menerus melakukan evaluasi dan kritik diri, terampil mengomunikasikan gagasan, pemikiran, melalui bahasa yang berlaku dalam ruang lingkup dunia akademik, mengembangkan rasa kepenasaranan intelektual yang menjadi kunci serta pintu pembuka bagi hadirnya ilmu pengetahuan. Dari kecintaan akan ilmu inilah akan tumbuh inovasi, kreasi dan pembaharuan dalam bidang keilmuan. 4. Penguasaan diri Penguasaan diri merupakan kemampuan individu untuk menguasai emosi dan perasaannya, serta mau menundukkan seluruh dorongan emosi itu pada tujuan yang benar selaras dengan panduan akal budi. Penguasaan diri termasuk di dalamnya kesediaan mengolah emosi dan perasaan, mau menempatkan kecondongan rasa perasaan sesuai dengan konteks dan tujuan yang tepat sebagaimana akal budi membimbingnya. Penguasaan diri termasuk di dalamnya kemampuan individu dalam menempatkan diri, bertindak dan berkata-kata secara bijak dalam ruang dan waktu yang tertentu. 5. Keberanian Keberanian merupakan keutamaan yang memungkinkan individu mampu melakukan sesuatu dan merelisasikan apa yang dicita-citakannya. Keberanian termasuk di dalamnya kesediaan untuk berkorban demi nilai-nilai yang menjadi prinsip hidupnya, tahan banting, gigih, kerja keras, karena individu tersebut memiliki cita-cita luhur yang ingin dicapai dalam hidupnya. Keberanian merupakan dorongan yang memungkinkan individu mewujudnyatakan dan merealisasikan impiannya. 6. Cinta kebenaran Cinta akan kebenaran merupakan dasar pembentukan karakter yang baik, bukan sekedar sebagai seorang pembelajar, melainkan juga sebagai manusia. Manusia merindukan kebenaran dan dengan akal budinya manusia berusaha mencari, menemukan dan melaksanakan apa yang diyakini sebagai kebenaran. Prinsip berpegang teguh pada kebenaran mesti diterapkan bagi praksis individu maupun dalam kehidupan bersama. Cinta akan kebenaran yang sejati memungkinkan seseorang itu berani mengorbankan dirinya sendiri demi kebenaran yang diyakininya. Sebab, keteguhan nilai-nilai akan kebenaran inilah yang menentukan identitas manusia sebagai pribadi berkarakter. 7. Terampil Memiliki berbagai macam kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan, bagi bagi perkembangan individu maupun dalam kerangka pengembangan profesional menjadi syarat utama pengembangan pendidikan karakter yang utuh. Memiliki kemampuan dasar berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, kompeten dalam bidang yang digeluti merupakan dasar bagi keberhasilan hidup di dalam masyarakat. Melalui kompetensinya ini seorang individu mampu mengubah dunia. 8. Demokratis Masyarakat global hidup dalam kebersamaan dengan orang lain. Ada kebutuhan untuk saling membutuhkan, bahu membahu satu sama lain. Masyarakat tidak dapat hidup secara tertutup sebab keterhubungan satu sama lain itu merupakan kondisi faktual manusia. Karena itu, setiap individu mesti belajar bagaimana hidup bersama, mengatur tatanan kehidupan secara bersama, sehingga inspirasi dan aspirasi individu dapat tercapai. Demokrasi mengandaikan bahwa individu memiliki otonomi dalam kebersamaan untuk mengatur kehidupannya sehingga individu dapat bertumbuh sehat dalam kebersamaan. Demokrasi termasuk di dalamnya pengembangan dan penumbuhan semangat kebangsaan. 9. Menghargai perbedaan Perbedaan adalah kodrat manusia. Menghargai perbedaan merupakan sikap fundamental yang mesti ditumbuhkan dalam diri individu. Terlebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, menghargai perbedaan mesti ditumbuhkan dalam diri tiap individu, karena negara kita ini berdiri karena para pendiri bangsa ini menghargai perbedaan, dan dalam perbedaan itu mereka ingin mempersatukan kekuatan dan tenaga dalam membangun bangsa. 10. Tanggung jawab Tanggungjawab merupakan unsur penting bagi pengembangan pendidikan karakter karena terkait dengan ekspresi kebebasan manusia terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Tanggung jawab ini memiliki tiga dimensi, yaitu tanggungjawab kepada (relasi antara individu dengan orang lain), tanggungjawab bagi (hubungan individu dengan dirinya sendiri), serta tanggungjawab terhadap (hubungan individu terkait dengan tugas dan tanggungjawabnya di dalam masyarakat). 11. Keadilan Bersikap adil, serta mau memperjuangkan keadilan adalah sikap dasar pribadi yang memiliki karakter. Keadilan penting untuk diperjuangkan karena manusia memiliki kecenderungan untuk antisosial. Untuk itulah diperlukan komitmen bersama agar masing-masing individu dihargai. Dalam konteks hidup bersama, keadilan menjadi jiwa bagi sebuah tatanan masyarakat yang sehat, manusiawi dan bermartabat. Tanpa keadilan, banyak hak-hak orang lain dilanggar. 12. Integritas moral Integritas moral merupakan sasaran utama pembentukan individu dalam pendidikan karakter. Integritas moral inilah yang menjadikan masing-masing individu dalam masyarakat yang plural mampu bekerjasama memperjuangkan dan merealisasikan apa yang baik, yang luhur, adil dan bermartabat bagi manusia, apapun perbedaan keyakinan yang mereka miliki. Integritas moral memberikan penghargaan utama terhadap kehidupan, harkat dan martabat manusia sebagai mahluk ciptaan yang bernilai dan berharga apapun keadaan dan kondisinya. Kehadiran individu yang memiliki integritas moral menjadi dasar bagi konstruksi sebuah tatanan masyarakat beradab. Integritas moral muncul jika individu mampu mengambil keputusan melalui proses pertimbangan rasional yang benar, dan melaksanakannya dalam tindakan secara bijak, sesuai dengan konteks ruang dan waktu tertentu. Integritas moral termasuk di dalamnya kemampuan individu untuk membuat kebijakan praktis yang bermakna bagi hidupnya sendiri dan orang lain.

Kamis, 20 Oktober 2011

Etika, Apa…….???

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Etika Teologis merupakan dasar pijakan nilai yang harus kita bangun, dengan itu etika dibangun pada sudut pandang yang sama sehingga tidak terjadi perdebatan dan kesalah pahaman dalam menerapkan penilaiaan etika seseorang. Pada kenyataanya terkadang kata “Etika” bisa disalah gunakan untuk hal-hal tertentu, padahal etika dibangun dari nilai-nilai yang melekat pada kehidupan masyarakat yaitu agama dan budaya. Melangggar nilai-nilai agama dan budaya berarti telah melnggar etika. Etika adalah hal yang nisbi maka kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Wallahu ‘Alam Bish-showab

Jumat, 06 Mei 2011

Kemenangan Sejati

Sudah merupakan dinamika kehidupan adanya senang, susah, keberhasilan dan kegagalan. Manusia sempurna seperti para rasul pun mereka pernah mengalami keberhasilan dan kegagalan dalam berjihad menegakkan agama dan keadilan, seringkali kita gagal dan pernah juga berhasil dalam mencapai tujuan, hal tersebut sudah menjadi sunnatullah.
Kemenangan atau keberhasilan merupakan ketetapan Allah SWT, untuk mencapai kemenangan tersebut membutuhkan unsur manajemen seperti perencanaan yang baik, pelaksanaan yang dilaksanakan dengan sungguh – sungguh, dan dalam proses untuk mencapai keberhasilan dari langkah pertama hingga langkah terakhir setiap langkahnya merupakan ketetapan Allah.
Dalam al-quran surah al- Baqarah ayat 58 dikisahkan dalam Ibnu Katsir, ketika bani Israail memperoleh kemenagan dan mendapat pertolongan Allah setelah tersesat di gurun Sahara diperintahkan oleh allah SWT untuk memasuki Baitul Maqdis dengan cara bersujud dan sambil mengucapkan kata “ Bebaskanlah kami dari dosa “ tapi dikatakan dalam ayat tersebut bahwa mereka membangkang dan melanggar perintah Allah SWT, bahakan mereka menggantinya dengan memasuki Baitul Maqdis sambil ngesot dan mengatakan “ Habbah Fii Sya’rah” (Biji dalam rambut) mereka lupa bahwa kemenangan tersebut merupakan anugrah dari Allah SWT, dan mereka telah berbuat dzolim terhadap diri mereka sendiri. kemenangan tersebut secara hakikat menjadi kegagalan dan kekalahan bagi diri mereka.
Kerika rasullah berhasil memperoleh kemenangan atas kota Mekah beliau semakin Tawadhu (rendah diri) kepada Allah SWT bahkan beliau langsung mandi dan berwudhu mengerjakan shalat delapan rakaat.
Dari kedua kisah ini ada perbedaan dalam menyikapi keberhasilan memperoleh kemenangan yang menjadi ukuran dari kemenangan sejati atau kegagalan diri. kemenangan sejati adalah keberhsilan atau kegagalan yang semakin mendekatkan diri pada Allah dengan kebersilan atau kegagalan tambah besyukur dan memperoleh ilmu yang banyak sebagi evaluasi dari kegagalan atau keberhasilan.
Dunia merupakan tempat untuk memeperoleh kemenagan sejati yaitu mendapatkan ridho-Nya di dunia dan di akhirat nanti. Jadi apa pun yang terjadi dengan ketatapan Allah bagi diri, bangsa dan negara ini, yang terpenting bagi kita adalah memantapkan tauhid, bersungguh – sungguh (Jihad) dengan diri dan harta kita di jalan Allah dan berhijrah makaani atau Ma’anawi.
Wallahu a’alam Bish-showab.

Rabu, 04 Mei 2011

Tafsir Basmalah

Dengan nama-Nya segala sesuatu yang maujud ini ada, dengan namanya pula dimualinya semua langkah dan gerak. Mendahulukan asma Allah dari segalanya merupakan etika dan sunnah yang harus kita kerjakan.Basmallah membimbing dan menaungi pemikiran dan langkah dalam stiap aktifitas karena bassmallah merupakan tujuan dan permulaan langkah seoarang muslim, sekaligus sebagai pembeda dengan pemikiran kaum sekuler dan ateis. Langkah bagi seorang muslim memiliki tujuan yang jauh yaitu untuk kemashlahatan dan kedamaian dunia selain dengan langkahnya tersebut memberi manfaat bagi dirinya sendiri. Maka bukan langkah seorang muslim jika dengan pebuatannya memberikan madhorat bagi diri dan lingkungannya, bukan langkah dan perbuatn seorang muslim yang memahami basmallah jika berbuat fasad di dunia ini. Dalam basmala terkandung pengajaran bagi muslim untuk:
1. Menjaga ketauhidan.
2. Meyakina bahwa adanya yang maujud ini merupakan kehedak Allah dan Allah meliputi segala sesuatu.
3. Dalam memuali sesuatu memiliki niat yang lurus.
4. Dalam melangkah dan bergerak adalah untuk memberi manfaat dan menegakkan perdamaiaan dan kemashlahatan dunia.
5. Berinteraksi dengan dunia menggunakan pendekatan kasih sayang dan jalan yang bijak.
6. Tujuan akhir mereka adalah kasih sayang Allah mereka nanti di surga.

Wallahu 'Alam si showab.

Kamis, 24 Maret 2011

Guru TIK

Kita Upayakan Untuk bisa :
1. Selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
Indikator
a. Membiasakan diri menrima serta memberi kritik dan saran.
b. Membiasakan diri mentaati peraturan.
c. Membiasakan diri konsisten dalam bersikap dan bertindak
d. Membaisakan diri meletakan persoalan sesuang dengan tempatnya.
2. Selalu menampilkan dir sebagai pribadi yang berakhlakuk mulia yang menjadi teladan bagi peserta didik.
Indikator:
a. Membiasakan diri berperilaku santun dan mencerminkan ketakwaan.
b. Membiasakan diri berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik.
3. Selalu berprilaku sebagai penidik profesional
Indikator :
a. Membiasakan diri menerapkan kode etik profesi guru dalam kehidupan sehari – hari.
b. Membiasakan diri selalu berkomitmen terhadap tugas sebagai pendidik
c. Mengmbangkan etos kerja secara bertanggungjawab.
4. Mengembangkan diri secara terus menerus sebagai pendidik profesional.
Indikator:
a. Memanfaatkan berbagai sumber untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadiaan.
b. Mengikuti berbagai kegiatan yang menunjang pengembangan prifesi keguruan.
5. Mampu menilai kinerja sendiri yang dikaitkan dengan pencapaiaan tujuan utuh pendidikan TIK.
Indikator :
a. Mengkaji strategi berpikir reflektif untuk melakukan penilaiaan kinerja sendiri.
b. Berusaha memecahkan permasalahan yang dihdapi dalam meningkatkan kinerja sendiri untuk kepentingan pedidikan TIK.
c. Menindak lanjuti hasil penilaian kinerja sendiri untuk kepentingan peserta didik.

Minggu, 13 Maret 2011

Jihad

Ketika mendengar kata ini bagi sebagai orang akan merasa miris dan merinding karena kata jihad sering diasumsikan sebagai hal yang menakutkan karena identik dengan kekerasan dan terorisme. Padahal kata jihad dalam Islam diambil dari kata jahada yang mempunyai arti mencurahkan segala kemampuan untuk mencapi ketinggian dan kemulyaan Islam dan kata jihad bisa diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan seperti seorang guru yang mempunyai ruh jihad adalah guru yang profesional. Indikator profesionalisme guru diantaranya memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas,bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.Dalam Islam sebagian aspek yang harus kita perjuangkan adalah :
1. Penyimpangan Aqidah
2. Kemunduran Politik dan militer.
3. Kelemahan Ekonomi, Sosial dan Budaya
dalam hal ini diantaranya kita berjihad.

Jumat, 28 Januari 2011

Sebuah Perjalanan

Waktu itu matahari menebarkan energi kesetiap penjuru alam, memberikan kehangatan pengabdiaanya, langkah kaki berjalan melewati setiap pohon yang selalu memberikan energi positif dari setiap hembusan angin ketulusannya, letih pun terasa saat burung bernyanyi di atas pohon yang di bawahnya menglir sungai dalam tatanan hukum ilahiyyah bentuk keta’atannya, sesekali burung-burung memberikan kesuburan bagi setiap jengkal tanah yang dia singgahi sebagai pengabdian atas tanah yang selalu menjadi tempat yang nyaman bagi tumbuh-tumbuhan, yang menjadi pijakan bagi setiap hewan dan manusia tanpa mengeluh dalam memberikan setiap potensi yang dimilikinya, aliran sungai itu sangat jernih hingga terlihat ikan - ikan yang saling menyapa untuk selalu memrihara setia tetesan air yang menjadi tempatnya berlindung. Langkah kaki ini semakin tegesa-gesa hingga akhirnya singgah di sebuah tempat yang penuh dengan ukiran. kayu-kayu ditata dengan indah, suara mesin yang bising dan mengeluarkan aroma negatif , sampah dengan warna mengkilat berdesakan di setiap penjuru ukiran sesekali suara mesin yang membawa bongkahan kayu besar singgah di atas tanah yang mengering dan mengeluarkan debu tebal.

Jumat, 21 Januari 2011

Alexander Yang Agung

Alexander yang Agung ( Bahasa Yunani : Megas Alexandros) adalah seorang menakluk asal Makedonia.Ia diakui sebagai salah seorang pemimpin militer oaling genius sepanjang zaman. Ia juga menjadi inspirasi bagi penakluk-penakluk seperti Pompey, Napoleon. Walaupun hanya memerintah 13 tahun, semasa kepemimpinannnya ia mampu membangun sebuah imperium yang lebih besar dari yang sebelumnnya ada.
Gealar The Great atau agung di belakang namanya diberikan karen kehebatannya sebagai seorang raja dan pemimpin perang serta keberhasilannya menaklukan wilayah yang sangat luas hanya dalam waktu 10 tahun.
Namanya juga diabadikan dalam al-Quran.

Sabtu, 08 Januari 2011