Membangun karakter merupakan tugas setiap individu muslim, seorang muslim dituntut minimal membangun dirinya sendiri agar menjadi seorang muslim yang mempunyai karakter yang sesuai dengan ajaran al-quran dan sunnah rasul. Karakter mengandung pengertian:
Suatu kualitas positif yang dimiliki seseorang, sehingga membuatnya menarik dan atraktif, Reputasi seseorang; dan Seseorang yang unusual atau memiliki kepribadian yang eksentrik.
Akar kata karakter dapat dilacak dari kata Latin kharakter, kharassein, dan kharax, yang maknanya "tools for marking", "to engrave", dan "pointed stake". Kata ini mulai banyak digunakan (kembali) dalam bahasa Perancis caractere pada abad ke-14 dan kemudian masuk dalam bahasa Inggris menjadi character, sebelum akhirnya menjadi bahasa Indonesia karakter. Dalam Kamus Poerwadarminta, karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain. Dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa membangun karakter (character building) adalah proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga `berbentuk' unik, menarik, dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain. Ibarat sebuah huruf dalam alfabet yang tak pernah sama antara yang satu dengan yang lain, demikianlah orang-orang yang berkarakter dapat dibedakan satu dengan yang lainnya (termasuk dengan yang tidak/belum berkarakter atau `berkarakter' tercela). Character cannot be develop in ease and quite. Only through experience of trial and
suffering can the soul be strengthened, vision cleared, ambition inspired, and success achieved" (Helen Keller (1880-1968).
Di bawah ini adalah karakter yang harus dimiliki seorang muslim:
1. Seorang muslim harus memiliki kesungguhan untuk mencari kebenaran dengan mengerahkan semua potensi yang telah diberikan Allh Swt, karena keteguhan akan kokoh apabila dibangun berdasarkan ilmu. kebenaran ini adalah yang maujud ini, terbukanya mata hati kita dalam memahami segala yang maujud ini. Allah menganugrahkan akal kepada manusia yang menjadi tugas dan kewajiban pertama akal tersebut adalah mencari kebenaran tentang tuhan.(Membangun agar menjadi seorang muslim yang sungguh-sungguh dalam mencari dan terbuka dengan kebenaran hanya bisa dibangun melalui mau'izdoh dan ilmu)
2. Poin pertama di atas adalah bentuk mengkuhan dan mempertajam ketauhidan kita.
3. Seorang muslim harus disiplin dan membangun karakter disiplin secara sempurna pembangunannya dibentuk dalam shalat.
4. Seorang muslim harus memilki kepedulian yang tinggi terhadap kemaslahatan dunia ini. Ini dibentuk dalam Zakat.
5. Seorang muslim harus memiliki ketahuidan di bawah ini :
1. Tauhidul Iradah
2. Tahidul 'Ibadah
3. Tahidul qoshdi
4. Tahiduthalab
Dengan hal ini kita akan menjadi orang muslim yan berkarakter.
JAJANGKUSNADI-PEUNDUY-GARUT Jalani hidup dengan tidak ada harapan, cinta, ketakutan, dan pengabdian selain pada Allah Swt, Hidup ini indah jika seperti itu tapi hasrat duniawi membelengguku.
Jumat, 12 November 2010
Tauhid al-Qosdi
Betapa hampanya hidup ini tidak memiliki tujuan yang hakiki, apa yang kita raih dengan jerih payah dan cucuran keringat terkadang kita dedikasikan untuk hal yang tidak abadi, kita bekerja diperuntukan untuk masa depan nanti setelah tua kita, atau untuk anak - anak kita bahkan untuk kekasih kita. atau hanya sebagai tolak ukur kesuksesan seperti memilki mobil mewah, memilki kedudukan yang bagus, gaya hidup yang mewah jika sebuah pencapaiaan ini adalah sebuah tujuan maka betapa sia-sianya waktu yang telah dianugrahkan oleh tuhan kepada kita. alasannya sangat simpel yaitu jatah hidup ini sangat sedikit untuk menikmati semua tujuan semu tersebut. dari beberapa informasi kita dapatkan ada orang yang telah sukses dan mendapatkan segalanya dari hidup ini tapi mereka bunuh diri dan tidak ada penelitian yang dapat diterma apa alasan mereka melakukan hal tersebut karena yang percis tahu jawaban yang sesungguhnya hanya mereka. Maka dalam hal ini mentauhidkan tujuan hidup merupakan hal yang penting demi meraih kebahagian dunia dan akhirat Mentauhidkan tujuan adalah kita ikhlas dalam beramal dan mendedikasikan semua pekerjaan kita Lillah untuk mendapatkan ridha-Nya, Dan Mentauhidkan tujuan ini merupakan pundametal atau pondasi bagi semua pekerjaan yang kita kerjakan. Dengan hal ini pula hidup kita akan bahagia.
Langganan:
Komentar (Atom)