Jumat, 28 Januari 2011

Sebuah Perjalanan

Waktu itu matahari menebarkan energi kesetiap penjuru alam, memberikan kehangatan pengabdiaanya, langkah kaki berjalan melewati setiap pohon yang selalu memberikan energi positif dari setiap hembusan angin ketulusannya, letih pun terasa saat burung bernyanyi di atas pohon yang di bawahnya menglir sungai dalam tatanan hukum ilahiyyah bentuk keta’atannya, sesekali burung-burung memberikan kesuburan bagi setiap jengkal tanah yang dia singgahi sebagai pengabdian atas tanah yang selalu menjadi tempat yang nyaman bagi tumbuh-tumbuhan, yang menjadi pijakan bagi setiap hewan dan manusia tanpa mengeluh dalam memberikan setiap potensi yang dimilikinya, aliran sungai itu sangat jernih hingga terlihat ikan - ikan yang saling menyapa untuk selalu memrihara setia tetesan air yang menjadi tempatnya berlindung. Langkah kaki ini semakin tegesa-gesa hingga akhirnya singgah di sebuah tempat yang penuh dengan ukiran. kayu-kayu ditata dengan indah, suara mesin yang bising dan mengeluarkan aroma negatif , sampah dengan warna mengkilat berdesakan di setiap penjuru ukiran sesekali suara mesin yang membawa bongkahan kayu besar singgah di atas tanah yang mengering dan mengeluarkan debu tebal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar